Login | Register Tuesday, 02 Sep 2014  WIB

Artikel


Chocodot Cokelat Dodol

2 October 2012 09:11

Minggu, 12 Juni 2011

Itulah chocodot (dibaca: cokodot) yang singkatan dari chocolate with dodol Garut. Jenis makanan ini muncul dari ide brilian seorang ahli kuliner asli putra Garut, Kiki Gumelar. Dia membuat terobosan baru dengan dasar pemikiran ingin membuat jenis makanan baru tanpa harus meninggalkan ciri khas Garut, dodol.

"Idenya sederhana saja ingin mengemas budaya lokal dipadukan sesuatu yang sudah mendunia, yaitu cokelat. Indonesia negara kedua penghasil cokelat di dunia, sayang kalau harus diolah negara lain," ujar Kiki pemilik PD Tama Cokelat, penghasil produk chocodot.

Pada dasarnya bahan yang digunakan terdiri dari tiga jenis cokelat, yaitu dark chocolate, white chocolate, dan milk chocolate. Kemudian bahan cokelat ini di kombinasi dengan bahan dodol asli Garut.

Dodol dimasukkan di bagian tengah setelah cokelat dalam bentuk blok dicairkan. Lalu didinginkan lagi. Maka dodolnya akan menyatu dengan cokelat. Saat dimakan tidak terlalu kentara rasa dodolnya, namun kita masih bisa melihat tekstur dodol yang menyatu dengan cokelat.

Untuk mendapatkan bentuk cokelat yang sempurna, pencairan cokelat blok harus pada suhu di bawah 40 derajat Celcius. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, setiap bulannya Kiki dan para pegawainya harus mengolah sekitar 12 juta ton cokelat. Termasuk di dalamnya batang cokelat dan bubuk cokelat.

Kiki yang pernah bekerja pada distributor bahan baku kue dan pastry ini mengaku belum mengolah sendiri biji cokelat untuk menjadi bubuk atau cokelat batangan. Namun dirinya sedang mempelajari proses pengolahan biji cokelat itu menjadi batangan.

Biji cokelat yang dipakai, kata Kiki, selama ini didatangkan dari Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Tapi ke depannya akan juga menggunakan biji cokelat dari Papua yang kualitasnya lebih bagus.

Untuk dodolnya juga dibuat sendiri. Dalam satu bula bisa memproduksi 4 juta ton dodol. Bahan pembuat dodol antara lain tepung beras ketan, vanila, mentega, susu, dan gula pasir.

Dodolnya juga beraneka rasa, seperti dodol keju, dodol jeruk, dodol sirsak, dan lainnya. Ketika disatukan dengan cokelat jadilah cokelat dengan dodol jeruk atau cokelat dengan dodol sirsak, dodol durian dan masih banyak lagi.

Seiring dengan perkembangannya, PD Tama Cokelat ini juga memproduksi produk cokelat lainnya yang dikemas menarik. PD Tama Cokelat mulai bereksplorasi pada produk-produk yang berbahan dasar non-cokelat.

Meski demikian, produk-produk non-cokelat yang dibuat tetap berpegang teguh pada konsep awal PD Tama Cokelat, yaitu mengenalkan secara luas citra tanah parahyangan khususnya Kota Garut dalam bentuk atau kemasan produknya.

Sejak berdirinya pada tahun 2009, PD Tama Cokelat telah melahirkan banyak produk, baik produk cokelat ataupun non-cokelat yang telah menjadi buah tangan Kota Garut terbaru.

Kemasan besek

Kiki juga mempunyai variasi lainnya. Seperti Garut Geulis (Gage) Cokelat adalah cokelat kemasan besek yang diisi dengan cokelat isi aneka cream buah. Besek mungil nan cantik itu warnnya disesuai dengan dengan warna cream-nya.

Ada beberapa jenis antara lain besek pink: cokelat isi cream raspberry, besek merah: cokelat isi cream strawberry, besek orange: cokelat isi cream jeruk, besek biru: cokelat isi cream blueberry, dan masih banyak lagi.

Ada juga cokelat Van Java, cokelat yang mengangkat citra rasa rempah khas Jawa Barat. Dibuat dengan dua segmen pasar, cokelat premium dan cokelat biasa. Jenisnya ada rasa cabai, jahe, bandrek, sekoteng, cokelat kacang, dan cokelat bebas gula yang cocok untuk orang diabetes.

Ada juga paduan rangginang (kerupuk dari beras ketan) dengan celup cokelat, jadilah rangicok euy. Serta Olga cokelat berisi cokelat-cokelat praline yang bentuknya imut dan lucu. Serta Cokelat DoGar, cokelat Domba Garut yang menggabungkan cokelat dengan abon. Ada yang isi abon daging dan isi abon ikan.

Masih dengan produk campuran, penggabungan biji kopi dan cokelat. Ada lima jenis biji kopi yang menjadi koleksi yaitu Papua, Toraja, Java, Bali, dan Sumatera.Untuk harga yang dipatok setiap cokelat berbeda. Berkisar dari Rp 2.500-Rp 13.000.

Ada juga yang dijual paketan, seperti parsel. Namun harga akan sedikit berbeda bila sudah sampai agen dan beberapa supermarket ternama di Jakarta.

"Kedepannya saya juga akan mengembangkan cokelat sesuai dengan keunggulan di setiap daerah. Seperti di Kudus akan ada cokelat isi jenang, di Jogja akan ada cokelat isi jamu seperti kunyit asem, beras kencur," tutur pria yang telah ditunjuk menjadi Duta Agrikultur khusus cokelat oleh Dinas Perindustrian Jawa Barat.

Selain cokelat, juga dikembangkan brodol alias brownies dodol. Kue brownies yang bahan dasarnya juga terbuat dari cokelat, ketika ditambahkan dengan dodol akan membuat rasanya menjadi semakin legit. Ada yang diberi keju diatas dan polos. Tersedia dalam dua ukuran, yang kecil Rp 18.000 per kotak, dan yang besar Rp 32.000. (dam)

Sumber : http://www.wartakota.co.id/detil/berita/49010/Chocodot-Cokelat-Dodol-


Share |

◄ Kembali ◄            ◄ Kirim Ke Teman ◄            ◄ Cetak Print ◄

 

Shopping Cart

No Items

Yahoo! Online Chat

Iman Maulana


Kamaludin Somantri


Telepon :
Telp : 08112035689
Pin BB : 2A510C72
WhatsApp : 08112035689

D'JIEUN TJOKLAT :
Jl. Otista No. 2 Pasawahan Tarogong Garut Jawa Barat
GEDOENG COKELAT :
Jl. Siliwangi No. 6 Garut Jawa Barat

E - Mail : sales@coklatgarut.com

Update Pengiriman

25 August 2014 - Ihat Sholihat
- Tangerang
25 August 2014 - Winarti Abriyani
- Metro Lampung
23 August 2014 - Oktaviana Utami Dewi
- Depok
21 August 2014 - Sofie Astiwi Rahmi
- Bogor
21 August 2014 - Peni Lusiana
- Tangerang
20 August 2014 - Nina Fitriana
- Depok
20 August 2014 - Warda Mahbub
- Jakarta
19 August 2014 - Hanna Lestari Ikaputri
- Karawang
18 August 2014 - Ayi Hermawan
- Bekasi
16 August 2014 - Sindy Natalie
- Pekanbaru
Copyright © 2012 by inti media global, Coklat Garut. All Rights Reserved